Manajer Operasional Tambang

Rentang Gaji: Rp20jt - Rp230jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

"Manajer Operasional Tambang (Mining Operations Manager) adalah seorang profesional yang bertanggung jawab atas pengelolaan operasional harian suatu tambang. Tugas mereka mencakup perencanaan, pengawasan, dan koordinasi berbagai aspek kegiatan penambangan untuk memastikan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan operasi. Bertanggung jawab atas produksi mineral atau bahan tambang, memastikan bahwa volume produksi memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang ditetapkan. Mengelola dan mengoordinasikan tim lapangan, termasuk operator alat berat, teknisi, dan pekerja tambang lainnya, untuk menjalankan operasi dengan efisien. Menjamin penerapan protokol keamanan dan kebijakan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (K3L) untuk melindungi kesejahteraan karyawan dan mencegah kecelakaan. Manajer Operasional Tambang berinteraksi dengan komunitas lokal untuk memahami dan menanggapi kekhawatiran mereka, serta membangun hubungan yang baik untuk mendukung keberlanjutan operasi tambang. Manajer Operasional Tambang perlu memiliki pemahaman mendalam tentang industri pertambangan, regulasi lingkungan, dan teknologi terkini dalam bidang ini. Kemampuan kepemimpinan, manajemen risiko, dan keterampilan dalam bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas lokal, sangat penting untuk sukses dalam peran ini."

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Supervisor Penambangan Koordinator Pemeliharaan Alat Berat Insinyur Pertambangan Manajer Pemeliharaan

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Negeri
logo
Universitas Tanjungpura
Universitas Tanjungpura didirikan pada tanggal 20 Mei 1959 dengan nama Universitas Daya Nasional di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional sebagai sebuah universitas swasta. Pendirinya merupakan tokoh-tokoh politik dan pemuka masyarakat Kalimantan Barat, yang dikoordinasikan langsung oleh Oevaang Oeraay. Pada saat berdiri universitas ini memiliki dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Tata Niaga. Para tenaga pengajar pada masa-masa tersebut adalah para sarjana dan sarjana muda yang terdapat di daerah Kalimantan Barat.[2] Status Universitas Daya Nasional berubah menjadi Universitas Negeri Pontianak berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 53 Tahun 1963 Tanggal 16 Mei 1963. Namun tanggal peringatan penetapan status universitas negeri ditetapkan 20 Mei 1963 dengan nama Universitas Negeri Pontianak dan ditandai pula dengan dibukanya dua fakultas baru yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik serta perubahan nama Fakultas Tata Niaga menjadi Fakultas Ekonomi. Sejalan dengan situasi politik RI tahun 1965, nama universitas diubah menjadi Universitas Dwikora (berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 278 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965), sekaligus menandai pembukaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).[3] Akhirnya nama Universitas Dwikora berganti lagi menjadi Universitas Tanjungpura (Untan), berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 171 Tahun 1967. Nama Universitas Tanjungpura ini berasal dari nama Kerajaan Tanjungpura yang terletak di Kalimantan Barat. Hingga saat ini, Untan telah memiliki sembilan Fakultas dengan jenjang pendidikan hingga doktoral (S3) serta memiliki Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat